SELAMAT DATANG di 17+, khusus bagi Anda yang berusia 17 tahun ke atas
Ingin Bercinta Dengan Tante Girang Kesepian...? Silahkan lihat Daftar nama, Alamat, Email, No. HP, Tante di sini
Tampilkan postingan dengan label Cerita Pemerkosaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Pemerkosaan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Mei 2014

Lia ABG Smp Yang Malang


Lia adalah seorang siswi disebuah smp di kota "K",kini dia duduk dibangku kelas 2.diusianya yang masih sangat belia,telah menampakan kecantikan yang membuat teman-temannya mengaguminya.tubuhnya yang langsing nan tinggi,serta rambutnya yang panjang dan lurus,juga matanya yang begitu syahdu menggoda dengan kulit tubuh kuning langsat.tak hanya membuat teman-temannya tergila-gila,tapi juga para guru yang brengsek dan juga penjaga sekolah serta satpam sekolah tersebut.
Suatu hari,muncul ide busuk dari mereka.mereka ingin mendapatkan tubuh lia dengan berbagai cara.akhirnya disusunlah sebuah rencana untuk menjebak lia.
Sabtu siang akhirnya rencana itu dijalankan,pak paimin si penjaga sekolah bertugas menggiring lia keruang guru untuk menemui pak yono.
"mba..mba lia..".panggil paimin.
''ada apa pak?". Balas lia.
"mba lia ditunggu pak yono diruangannya". Terang paimin.
"ada apa yah?"tanya lia agak curiga.
Akhirnya lia menurut,ia menuju ruangan pak yono dengan paimin dibelakangnya.
Paimin terus menatap tubuh lia dari belakang,terutama dibagian pantat yang masih tertutup rok biru itu.sungguh indah bentuknya.
Akhirnya lia sampai diruangan pak yono.
"selamat siang pak!"sapa lia.
"selamat siang,oh kamu silahkan masuk." jawab pak yono.
Baru saja lia duduk,tiba-tiba dari belakang ada yang membekap mulutnya ternyata itu adalah pak asep seorang satpam disekolah tersebut.seketika itu pula kepala lia terasa pusing,matanya mulai terasa berat hingga akhirnya dia tak sadarkan diri.
"akhirnya kita dapet juga".seru paimin.
"ayo cepat bawa dia".sambung pak yono.
Setelah beberapa saat tak sadarkan diri,akhirnya kesadaran lia mulai kembali,dia merasa berbaring ditempat yang empuk,tubuhnya masih lemas,serasa ada bau yang menyengat dari tubuhnya serta ada rasa lengket disana sini.hingga akhirnya dia sadar disekelilingnya ada pak yono,pak asep dan pak paimin yang sedang memainkan penis mereka,dan rasa lengket dan aroma menyengat itu adalah sperma dari ketiga lelaki tersebut.
Liapun segera bangkit dan mencoba untuk lari,namun terlambat pak paimin segera menangkapnya dan menariknya kembali kematras.akibat tarikan pak paimin yang kuat,membuat beberapa kancing baju seragam lia terlepas.kontan saja langsung membuat lelaki yang melihatnya bernafsu.begitupun mereka bertiga,mereka langsung berebut untuk meremas payudara lia yang baru saja tumbuh.mereka tak memperdulikan jeritan dan erangan lia yang merasa kesakitan karna payudaranya diremas begitu kuat.
"wah,empuk banget nih susu..enak..bikin gemes aja deh". Celoteh paimin.
"iya,pentilnya juga bagus,warnanya coklat muda". Sambung pak asep.
Kemudian pak yono menarik bra lia yang sudah melorot itu untuk melepaskannya.
Kini payudara mungil yang baru tumbuh itu benar-benar terlihat jelas.sepasang payudara itu bergerak naik turun mengikuti tarikan nafas lia yang semakin berat.nampak baju seragam yang masih melekat kini basah oleh keringat lia dan juga bekas sperma ketiga pria tersebut.diwajahnya yang imut juga ada noda sperma yang bercampur dengan airmatanya.
Melihat payudara yang begitu menggoda,pak asep dan pak paimin berebut untuk menghisapnya,kini kedua payudara lia menjadi santapan dta lelaki bejad yang tak berperasaan.sementara pak yono sudah menyikap rok biru milik lia dan menurunkan celana dalamnya,dia begitu terperangah menyaksikan vagina muridnya yang masih berupa garis lurus dan ditumbuhi sedikit rambut.pak asep dan pak paiminpun menghentikan aktiviasnya dan mencopot seragam smp milik lia.kini yang melekat ditubuh lia hanya rok biru yang kini melingkar dipinggulnya.
Kemudian pak asep dan pak paimin mengangkat kaki lia dan menariknya hingga menyentuh payudara lia dan membuat pantatnya terangkat.hal itu memudahkan pak yono untuk menggarap vagina lia.
Pertama pak yono menjilati vagina lia dan mulai menyentuh vagina lia,jari-jari pak yono berusaha membuka bibir vagina lia.namun,tak nampak lubang disana ini membuktikan bahwa vagina itu masih sempit dan perawan.perlahan pak yono memasukan kedua jempol tangannya dan kembali membuka vagina lia,kini lubang kecil mulai nampak kemudian pak yono menyentuh klitoris lia dan lubang itu mulai membuka sedikit demi sedikit.pak yono melanjutkan aksinya kini dia meludahi lubang vagina lia yang mulai terbuka,air liur pak yono langsung memenuhi lubang tersebut dan meleleh kebawah.
"sekarang waktunya sayang!". Kata pak yono sambil mengarahkan penisnya kevagina lia.
"jangan pak,tolong saya masih perawan,jangan pak...". Pinta lia.
Namun itu tak menyurutkan niat ketiga bajingan itu.asep dan paimin tak henti-hentinya meremas dan menyedot payudara lia.
"min,susunya enak banget yah..kenyal banget!". Komentar asep.
"iya,tapi sayang belum keluar air susunya". Balas paimin.
Pak yono mulai menempelkan penisnya dan bersiap untuk memperkosa lia.
"jangan pak...jangaaaann....!". Jerit lia yang mulai merasakan penis pak yono masuk kevaginanya.
Namun,pak yono tak memperdulikan itu.bahkan dia terus berusaha menanamkan penisnya divagina lia.
"gila nih memek,sempit banget...enaak..". Erang pak yono.
Lia hanya bisa pasrah dan meneteskan air matanya.tiba-tiba lia menjerit keras.
"aaaahhh......sakiiiiit!!!". Jerit lia.
Rupanya penis pak yono sudah masuk seutuhnya ke vagina lia.sementara dia menghentikan gerakannya untuk memberi waktu kepada vagina lia dan merasakan kehangatan vagina muridnya.
Sementara pak paimin dan pak asep masih asik memainkan payudara mungil milik lia,puting lia yang baru tumbuh menjadi mainan yang tak membosankan.sementara tangan lia mereka gunakan untuk mengocok penis mereka sambil sesekali memaksa lia untuk mengoral penis mereka.
Lia mulai merasakan pegal ditubuhnya apalagi dengan posisi kaki yang diangkat dan direntangkan lebar oleh pak yono semakin membuat terasa pegal.
Sebelum pak yono menggenjot vagina lia,rupanya pak asep dan pak paimin yang sedari tadi penisnya dikocok oleh tangan lembut lia dan sesekali dihisap juga oleh mulut mungil lia,mulai merasakan orgasme.merekapun segera menumpahkan sperma mereka kewajah dan payudara lia crot...crot...crot,bahkan pak asep memaksa lia membuka mulut dan menumpahkan sebagian spermanya disana.
"gila kocokannya enak banget,tangannya lembut!". Komentar paimin.
"iya,mulutnya juga enak buat nyepong". Sambung pak asep.
Akhirnya mereka menjauh dan memberi kesempatan kepada pak yono untuk menggenjot vagina lia.
Pak yono mulai menggerakan penisnya perlahan,tentu saja ini membuat lia kesakitan dan merasa panas pada vaginanya.
"ah,,,,sakiiittt...t!"rintih lia.
Namun pak yono tak memperdulikannya,dia malah terus menambah kecepatan penisnya hingga menimbulkan suara diantara alat kelamin mereka.payudara lia berguncang tak tentu karena genjotan pak yono.hal itu membuat pak yono gemas kemudian mengambil seragam putih milik lia untuk mengelap payudara lia yang penuh dengan sperma asep dan paimin.setelah bersih pak yono meremas payudara kanan lia dan menghisap puting payudara kiri lia.lama kelamaan pak yono merasa penisnya basah,rupanya lia sudah mencapai orgasme.
"wah,muridku keenakan ampe ngeluarin peju". Celoteh pak yono.
Mendengar itu lia langsung malu,wajahnya yang penuh sperma semakin membuat nafsu pak yono meninggi.hingga akhirnya pak yono merasa akan klimaks dan mempercepat gerakannya.
"aah...ahh...ahh...enaaak". Lengkuh pak yono.
Hingga beberapa detik kemudian pak yono mencapai puncak dan menyemburkan banyak sekali sperma divagina lia.sambil menuntaskan orgasmenya,pak yono meremas payudara lia dengan sekuat tenaga.hal ini membuat lia menjerit sejadi-jadinya.
"aaaahhh....sakit pak..udah..udah.. Cukup pak"jerit lia.
"diam kamu,telen aja semua peju bapak dimemekmu!". Bentak pak yono.
Akhirnya pak yono terkulai lemas diatas tubuh lia.kaki lia yang sedari tadi diangkatpun kini sudah diturunkan.
Pak yono benar-benar menggilai muridnya ini.penisnya masih tertancap dalam vagina lia dan mulai mengecil hingga akhirnya terlepas.
Nampak sperma bercampur darah mengalir dari vagina siswi smp tersebut.kemudian pak yono bangkit dan memaksa lia untuk mengoral penisnya.
"ayo manis,bersihin kontolku yah..!perintah pak yono.
Liapun dengan terpaksa membuka mulutnya dan mengemut penis pak yono.setelah itu,pak yono mengambil rambut panjang lia yang juga basah oleh sperma untuk mengelus penisnya.setelah puas,pak yono mundur.namun penderitaan lia belum selesai,karena masih ada asep dan paimin yang menunggu giliran mereka.
Paimin segera merebahkan diri disebelah tubuh lia,kemudian asep membopong lia dan menaruhnya diatas penis paimin.kemudian mereka bekerja sama untuk memasukan penis paimin ke vagina lia.
"cepet sep,bantuin gue masukin kontol kememeknya lia". Perintah paimin.
Akhirnya perlahan penis itu menembus vagina lia.lia yang sudah lemas pasrah saja mendapat perlakuan tersebut,sementara tubuhnya masih ditopang oleh asep sambil asep meremas payudara lia.
Paimin terus menyodok vagina lia dari bawah,kemudian asep yang sudah tidak sabar langsung mendorong tubuh lia hingga menempel ke dada paimin.yang terjadi selanjutnya adalah asep berusaha menyodomi lia.pertama-tama dia membuka kaki lia lebar-lebar kemudian pantat lia yang bulat juga dibuka kemudian dijilatinya.setelah itu,asep mulai memasukan jari telunjuknya keanus lia.tentu saja itu membuat lia kesakitan,apalagi masih ada penis divaginanya.
Setelah dirasa cukup,asep mulai mengarahkan penisnya kelubang anus lia yang sedang berada diatas tubuh paimin.merasa ada benda aneh yang masuk keanusnya kontan membuat lia kaget dan kesakitan.
"aduuuhh...sudaah..jangaaaann...!!!". Jerit lia.
Tangispun kembali pecah,namun tak mengurangi nafsu kedua orang tersebut.kini tubuh gadis smp itu berada diantara dua tubuh lelaki yang sedang mengejar kenikmatan masing-masing.
Rambut lia yang panjang menjadi mainan baru untuk asep.rambut yang basah oleh keringat itu dielus-elusnya.sementara tangan paimin terus meremas payudara lia yang menempel didadanya.
mereka terus menggenjot tubuh lia yang sudah semakin lemah,hingga akhirnya mereka orgasme dan menumpahkan sperma dikedua lubang milik lia.
"ah,gue nyampeee..gila nih memek enak bangeett..!". Jerit paimin.
"iya pantatnya juga semog legit!". Sambung asep.
Lia hanya menangis dan berharap semua cepat berakhir.penis asep dan paimin masih betah ditempatnya merasakan kehangatan lubang milik lia.hingga akhirnya asep bangkit dan mengangkat tubuh lia.
"sekarang giliranku!". Ucap asep seakan tak kenal lelah.
Tanpa basa-basi dia mengangkangi kaki lia dan segera menggenjot vaginanya.tangannya tak henti-hentinya meremas payudara lia sambil terkadang melumatnya.dia juga beberapa kali mencium bibir lia yang sensual dan juga leher jenjang milik lia.hingga akhirnya datanglah orgasmenya dan lagi-lagi vagina lia menjadi tempat pembuangan sperma.
Kini mereka semua sudah lemas,nampak jelas terdengar hembusan nafas dari mereka.sudah lebih dari 3 jam mereka menggarap tubuh lia yang sudah tak berdaya.mereka juga memperkosa lia dengan posisi berdiri dan tubuh lia diapit ditengah.mereka juga menggantung tubuh lia secara terbalik dan memisahkan kaki kiri dan kanan sehingga memperlihatkan vaginanya,mereka bergantian memasukan jari dan meludahi kedua lubang milik lia.tak hanya itu,mereka juga menyuruh lia push-up,sit-up dan kayang dalam keadaan bugil dan ada beberapa pensil menancap divagina dan anusnya.setelah puas mereka memanggil anak buahnya yang tak lain adalah murid kelas 2 dan 3 yang terkenal bengal dan nakal.jumlah mereka ada 20 orang.
"wah,akhirnya kesampean juga ngentotin lia"ujar salah satu dari mereka.
"iya neh udah lama gue napsu ama nih anak apalagi kalo gue liat toketnya..rasanya pengen gue remes ampe pecah!". Sambung yang lain.
Tubuh lia yang berdiri terikat tak bisa berbuat banyak
Dan akhirnya mereka bergantian menggenjot vagina lia dan yang belum kebagian mengocok penis mereka dan menyemburkan ditubuh lia.
Lutut lia terasa lemas.mungkin jika tangannya tak terikat dia sudah jatuh,kini vagina lia sudah merah dan dipenuhi sperma.
Mereka melepas ikatan lia dan menelentangkannya dimatras dan kembali menggarapnya.
Sungguh,ini pengalaman yang sangat pahit bagi lia.gadis smp itu harus mengalami tindak kekerasan seksual dari guru dan teman-temannya.
Sejak saat itu,murid-murid yang sudah merasakan vagina lia terus meminta "jatah" dari lia.bahkan seseorang dari mereka pernah memainkan vagina lia disaat sedang pelajaran.tentu saja sang guru tak curiga karna dia adalah pak yono.lia juga sering disuruh mengoral atau mengocok penis mereka.kini,entah bagaimana nasib lia.karna tak kuat dengan semua itu,perlakuan mereka yang terakhir sungguh tak manusiawi.mereka menelanjangi lia ditengah lapangan setelah bubar sekolah,mereka juga memaksa lia bermain basket tanpa sehelai benangpun.disela-sela ia main basket ada saja pria yang menggerayangi tubuhnya bahkan memperkosa lia dalam posisi berdiri.setelah itu,mereka membaringkan tubuh bugil lia ditengah lapangan dibawah terik matahari dan tongkat satpam divaginanya.para pria mengocok penis mereka dan memuntahkan sperma ditubuh lia,bahkan ada yang mengencingi dia.sekarang lia pergi entah kemana.

Rabu, 25 Juli 2012

Kenikmatan Rini


Kenikmatan Rini

Aku ingin menceritakan pengalaman nyata teman ayahku yang selalu kudengar dari mulut ke mulut. Nama teman ayahku adalah Gunawan, dia adalah seorang pemuda yang cukup tampan dari kalangan orang strata atas. Sebenarnya posisinya lebih tinggi dari ayahku tetapi karena aib yang telah menimpanya (yang akan kuceritakan di kisah ini), membuat posisi yang sangat diidam-idamkan oleh semua orang di kantor ayahnya hanya tinggal impian bagi Gunawan. Saat itu dia memegang posisi sebagai Vice President tetapi karena aib itu terpaksa posisinya digantikan oleh ayahku, tetapi walau demikian Gunawan bisa menerimanya dan tetap menganggap ayahku sebagai temannya walaupun tidak begitu akrab.

Gunawan tinggal di daerah Pondok Indah dan semenjak orang tuanya pindah ke Semarang, dia hanya ditemani oleh seorang pembantu rumah tangga yang masih gadis. Nama pembantu itu adalah Rini. Rini bekerja di keluarga Gunawan sejak Gunawan masih bersekolah di TK, jadi Rini sudah dianggap sebagai keluarga sendiri oleh keluarga Gunawan.
Hari itu adalah hari senin (menurut pengakuan Gunawan kepadaku), saat itu adalah hari pertama dia menjadi Vice President di kantor tempat ayahku bekerja. Gunawan berhasil mengalahkan semua kandidat yang ingin menjadi Vice President termasuk ayahku. Kebanggaan menjadi Vice President membuat Gunawan menjadi lupa diri, dia meliburkan diri karena dia merasa bahwa perusahaan gas bumi yang cukup terkenal di Jakarta telah hampir jatuh ke tangannya. Selama perjalanan ke rumah, dia menggoyang-goyangkan kepala sambil mendengarkan lagu Metallica kesukaannya. Akhirnya Gunawan sampai di rumah dan duduk di serambi depan. Gunawan memanggil Rini untuk menyiapkan kopi yang menjadi kegemarannya.


Tak lama kemudian muncullah sosok Rini yang hanya mengenakan BH dan celana dalam memberikan secangkir kopi kepada dirinya. Gunawan sempat kaget karena tidak biasanya Rini memakai pakaian seperti itu, Rini menjelaskan bahwa dia memakai demikian karena dia baru saja selesai mandi dan dia berpakaian seadanya untuk menemui Gunawan.

Gunawan menjadi gugup melihat pemandangan yang menggairahkan di depan matanya karena secara jujur Rini secara sekilas mirip dengan finalis sabun LUX yang sering muncul di TV apalagi dia selalu memakai sabun LUX yang membuat tubuhnya selalu harum dari jauh. Gunawan tidak bisa menutupi dirinya bahwa dia terangsang melihat pemandangan ini terbukti dari batang kemaluannya yang sudah menegang dan seakan-akan memaksa keluar dari celana kerjanya. Untuk menghilangkan gairah seksual karena melihat tubuh Rini yang indah, Gunawan meluangkan waktu untuk membaca surat kabar Kompas yang berada di depannya.

Sialnya, nafsu seksual Gunawan yang cukup tinggi tidak dapat diredam hanya dengan membaca surat kabar. Gunawan bangkit dari kursinya dan mendekati Rini yang sedang memotong daging untuk sarapan Gunawan. Gunawan berkata, "Rin, aku mau tidur dulu sebentar, jika ada telpon bangunkan aku ya", dan Rini cuma mengiyakan perkataan Gunawan. Setelah itu, Gunawan beranjak pergi dari Rini menuju ke kamar tidurnya.

Rupanya saat itu Gunawan tidak bisa tidur nyenyak karena dia masih terbayang oleh sosok molek Rini yang selama ini dia selalu anggap sebagai seseorang yang membantu urusan di rumah. Sosok pembantu rumah tangga telah berubah menjadi obsesi seksual bagi Gunawan, sehingga secara sadar ataupun tidak sadar, Gunawan mulai membuka celananya dan mengelus-elus batang kemaluannya yang semakin lama semakin besar dan dia mulai mengocoknya dengan ritme yang teratur.

Di saat Gunawan sedang bermasturbasi ria, tiba-tiba dia dikejutkan oleh masuknya Rini ke dalam kamarnya sambil mengatakan, "Den, ada telpon, katanya dari petugas Asuransi.. ahh.." dan setelah itu dia menutup matanya mungkin karena malu melihat tuannya sedang memperlihatkan batang kemaluannya yang besar dan mengocoknya dengan ritme yang teratur. Gunawan menjadi kaget dan dia langsung menghentikan masturbasinya dan mulai mendekati Rini yang sedang menutup matanya dengan kedua tangannya. Gunawan dengan mendadak langsung menyerang Rini dan memeluknya dengan beringas. Rini menjadi takluk karena bagaimanapun Gunawan adalah majikannya yang selalu dia turuti selama bertahun-tahun semenjak dia masih berumur 10 tahun.

Gunawan mulai memeluk Rini dan mengangkat Rini ke ranjang yang tidak jauh dari posisi Rini berdiri. Rini sama sekali tidak memberikan perlawanan dan nampaknya dia mulai mendesah-desah ketika lidah Gunawan mulai menjilati liang kenikmatan Rini yang sudah semakin basah. Dengan nafsunya yang sudah memuncak sampai ke ubun-ubun, Gunawan merobek pakaian Rini sehingga sekarang Rini telah telanjang bulat dan tanpa membuang waktu, Gunawan mencium payudara Rini yang lumayan besar sambil jari-jarinya memainkan klitoris dan liang kenikmatan Rini yang sudah semakin basah. Rini semakin menyukai permainan ini dan di hadapannya dia tidak lagi menganggap Gunawan sebagai sosok majikan, dia menganggap Gunawan sebagai sosok laki-laki jantan yang berusaha membantu Rini untuk mendapatkan kepuasan batin yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya dan dia tidak bisa menolak bahwa sebenarnya sejak dulu, dia sangat mencintai majikannya yang bernama Gunawan ini dan sekarang dia sedang bercinta dengan dream lovernya dan dia merasakan ini semua seperti mimpi.

Namun Rini menyadari bahwa ini semua adalah kenyataan karena Rini bisa mencium Den Gunawan yang sangat dia sayangi dan dia mencium Gunawan bagai seorang kekasih. Hingga akhirnya permainan jari-jari Gunawan di selangkangan Rini memberikan puncak kenikmatan yang tidak pernah di terima oleh Rini sebelumnya. Rini menjadi gemetar dan memeluk kepala Gunawan yang sedang mencumbunya dan pada saat dia mencium Gunawan, dia mendesis panjang karena dia sadar bahwa dia sedang mengalami puncak kenikmatan yang sangat dinanti-nanti oleh seorang wanita di saat senggama.

Rini kelelahan karena dia baru saja melepaskan nafsu birahinya akan tetapi Gunawan masih belum puas karena di saat Rini sedang beristirahat dengan menutup matanya, Gunawan memainkan batang kemaluannya yang sudah menegang di sekitar liang kenikmatan dan klitoris Rini. Hal ini membuat nafsu Rini menjadi naik kembali dan dia mendesah-desah dan memohon kepada Gunawan untuk sesegera mungkin memasukkan batang kemaluannya. Mendengar permintaan Rini kemudian Gunawan memasukkan batang kemaluannya dengan perlahan-lahan ke dalam liang kewanitaan Rini dan Rini sempat menggigit bibir bagian bawahnya karena merasakan kesakitan di saat batang kemaluan Gunawan yang cukup gagah menantang itu memasuki goa kenikmatannya.

Gunawan mendiamkan batang kemaluannya di dalam liang kewanitaan Rini untuk beberapa saat sambil memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Rini. Ketika liang kewanitaan Rini dapat menerima kehadiran batang kemaluan Gunawan, Gunawan mulai menggoyangkan selangkangannya sehingga batang kemaluannya di dalam liang kenikmatan Rini mulai mengocok-ngocok dinding liang kewanitaan Rini. Rini tidak bisa membohongi perasaannya karena dia sangat menyukai permainan tuannya. Dengan perkasa, Gunawan mengangkat tubuh Rini yang sedang tiduran sehingga dia sekarang sedang bersenggama dengan Rini dalam posisi duduk. Gunawan terus menaik-turunkan tubuh Rini yang sangat seksi itu dan dengan refleks, Rini mencium Gunawan sambil mendesis-desis kenikmatan yang membuat Gunawan semakin mempercepat gerakan selangkangannya yang sedang mengocok liang kenikmatan Rini.

Rupanya, Gunawan tidak puas dengan posisi duduk yang dia lakukan secara cukup lama, dia kemudian menyuruh Rini berdiri dan menyandar ke meja rias yang berada di belakangnya. Rini menuruti perintah pujaannya itu dan dia bersandar di meja rias yang selalu dipakai oleh Gunawan sebelum dia pergi ke kantor. Ketika perintah dilakukan, Gunawan langsung memasukkan batang kemaluannya yang masih tegang dan mulai basah oleh cairan kewanitaan Rini ke dalam anus Rini. Rini menjadi sangat kesakitan karena dia belum pernah menerima anal sex sebelumnya, tetapi lama-kelamaan dia mulai menyukai permainan ini dan dia malah mengusap-usap batang kemaluan tuannya yang sudah masuk ke dalam anusnya dengan tangan kirinya dari depan dan di saat yang bersamaan dia mengulum jari-jarinya sambil mengeluarkan desahan-desahan yang cukup erotis.

Minggu, 22 Juli 2012

Aku Diperkosa Tetanggaku

 Namaku Sabrina, aku akan ceritakan kisah tragis tentang pemerkosaan yang menimpa diriku. Aku berusia 17 tahun, dan tinggal dipinggiran kota utara California. Apa yang terjadi padaku tahun lalu sangat begitu ‘berbekas’ dan traumatik. Setelah menjalani persidangan dan menjalani perawatan psikiater 7 bulan lalu, aku yakin dengan menulis kisah pengalamnku, akan sedikit membantu menghilangkan trauma ini. Jujur saya katakan, trauma yg kualami tidaklah begitu parah saat peristiwa pemerkosaan itu terjadi. Tapi setidaknya saya bisa bertahan hingga saat ini. Beginilah kisahnya: Saat itu aku akan pulang dari bermain di rumah teman, Stacey. Kami dalam liburan musim panas. Hari itu hari kamis, 22 September, tepatnya 1 tahun yang lalu. Tanggal itu selalu kuingat sepanjang hayatku. Hari itu begitu panas, shg Stacey menawarkan dirinya padaku untuk mengantarku pulang, tapi aku menolak. Jarak rumah kami hanya beberapa blok saja. Waktu menunjukkan pukul 1:00 siang. Kutelepon ibuku dgn hp, aku pulang agak sedikit terlambat, tetapi aku akan segera berada di rumah segera. Akupun mengendarai mobilku menuju rumah paman dan bibiku sore itu. Cukup lama aku tidak bertemu dengan saudara sepupuku, Emily, setahun lebih. Jadi kuputuskan bulat untuk melihatnya sebentar. Rumah itu seperti sepi. Saat aku mengeliling sudut rumahnya, terjadi sesuatu yang sangat mengejutkanku. Apapun itu, membuatku sangat shock dan tidak sadar. Kejadian berikutnya yang aku ingat, aku berada di sebuah ruangan gelap. Lantai yg terbuat dari semen itu, dan sebuah lampu kecil di dekat ventilasi. Akupun ingat disana ada 1 buah TV yg menempel pada dinding, dekat ventilasi, dalam keadaan mati. Berikutnya yg kulihat juga adalah sepasang speaker. Mirip seperti yg ada pada stadium baseball, yg berguna sebagai media informasi. Suaranya hanya mengeluarkan desiran bunyi blower AC. Ruangan tersebut sangat dingin, jauh berbeda dengan suhu luar. Akupun segera mencari keberadaan pintu kamar, tapi aku tidak menemukannya. Saat itu aku mulai panik. JAntungku berdetak keras, dan aku tidak tahu berada dimana saat ini. Tak lama kemudian terdengar suara dari speaker tersebut. Sepertinya suara tersebut diproses dengan bantuan software komputer atau sejenisnya, karena suara tsb terlalu aneh. Sangat berat dan bergema. “Selamat datang di kamar tahananku, Sabrian”, suara itu bergema pelan tetapi sangat jelas. “Siapa kamu. dan apa yang kamu inginkan?” tanyaku. Detak jantungku bertambah keras, setelah kuyakin aku sedang diculuk. Dan ketakutakanku yang paling memuncak adalah AKU AKAN DIBUNUH. “Tidak perlu tahu siapa aku atau rupaku, Sabrina. Mulai saat ini kamu harus melakukan apa yang kuperintah”, Suara itu terdengar kembali. Aku berusaha untuk menenangkan diri dengan berkata dalam hati, ‘Ini hanyalah lelucon orang yg tidak waras’. “Okay, cukup sudah lelucon ini, siapa ini?” tanyaku sambil tertawa, seolah-olah aku mengetahui permainan ini. “INI BUKAN LELUCON Sabrina!” balas suar itu mengema. “KAMU HARUS MELAKUKAN APA YANG AKU PERINTAH. Apakah kamu mengerti?” “Ya, aku mengerti” balasku menantang. Sepertinya ‘ia’ ingin meniru beberapa aksi dalam film2 yg biasa kita tonton. “Peraturannya sangat sederhana. Jika kamu tidak menuruti perintahku, kamu tidak akan mendapat makanan, air minum, penerangan dan udara segar.” KAtanya tegas mengancam. Tiba-tiba ruangan gelap seketika, ac mati, dan perlahan udara mulai pengap dan panas. Aku berusaha bertahan hingga suhu ruangan mulai bertambah panas. Aku sudah tidak tahan. “Tolong, jangan…jangan lakukan itu. Aku akan menuruti perintahmu” kataku memohon. “Click”, lampu menyala, dan suara kipas ac mulai berputar. “Buka pakaianmu wanita nakal, ….SEKARANG!” terdengar suara itu lagi memerintah. “Tolong, jangan. Jangan menyuruhku melakukan demikian”, aku memohon. “Click”, lampu mati dan ac pun mati. “Baik…baik”, balasku menuruti. Setelah lampu menyala dan AC hidup, aku segera melepas satu persatu pakaianku. Sekarang aku hanya mengenakan celana dalam dan BH saja. Ternyata ruangan bertambah terang dengan hidupnya lampu lain yang menempel pada dinding lain. Aku tidak tahu kalau lampu sorot itu ada didinding lain. Dan didinding tersebut kemudian nampak kaca/cermin berukuran sedang yang menempel pada dinding. Sekarang aku yakin, ‘pria’ ada dibalik kaca tersebut. “Hadap ke kaca ini, ….Aku ingin melihat dirimu”. “Buka semua pakaianmu!”, suara itu kembali memerintah. Sambil menghadap kaca, akupun melepaskan BH-ku. Samar kudengar dari speaker itu, hembusan nafasnya yang sedikit kencang. Sepertinya ia mengamati dan menikmati setiap sisi tubuhku. “Gengam payudaramu dengan kedua tanganmu…..pelintir puting susumu”, perintahnya kembali. Aku hanya berfikir, ‘Seperti apa perilaku aneh fucker satu ini, hingga menyuruhku berbuat demikian’. Tapi mengingat kondisiku yang seperti ini, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Perlahan kuremas payudaraku sendiri dan kupilun kedua puting susuku. Kulakukan sesuai apa yang ia perintah. “Aku suka payudaramu….begitu menantang dan lembut….PELINTIR LAGI PUTINGMU!. Ah.. begitu..Sabrina….kau melakukan dengan benar. Sekarang lepaskan celana dalammu!” “TTT tolong, saya, saya……” Kembali semua lampu mati berikut AC-nya. “OKAY, OKAY” aku berteriak kembali, “Kamu menang”, balasku kesal. “Nah…itu lebih baik Sabrina. Sekarang buka celana dalammu, aku akan memanaskan ruangan ini agar pantatmu sedikit berkeringat, apakah kamu mengerti?” “Ya tuan, aku mengerti”, balasku pelan. “Oh..yeah…pantatmu begitu indah..Sabrina”. “Hadapkan pantat itu padaku, atur posisinya untuk menunging, dan gosok dgn kedua tanganmu!”, perintahnya lagi sambil memuji. “Oh..yes..Sabrina..pantat dan bibir vaginamu begitu indah….Sekarang tekan dan masukkan jarimu dalan vaginamu”, perintahnya lagi. Akupun hanya menuruti perintahnya. Perlahan aku mulai memasukkan jari tengahku dalam vaginaku. “Vaginamu begitu segar..Sabrina..uhh, uhh. uhhh”. “Aku akan keluar Sabrina…”, celotehnya sambil melihat aksiku. Sepertinya ia sedang onani. “Lebih keras lagi Sabrina…masukkan jarimu lebih keras lagi!”, perintahnya. “Sekarang cabut jarimu, dan mulailah untuk keluar-masuk dalam vaginamu dengan keras”, perintahnya lagi. Aku hanya diam. Aku tidak ingin melakukannya. Lampupun segera mati berikut benda jahanam AC itu. “Okay..okay…”, teriakku kesal. Akupun menurutinya. Kurasakan vaginaku mulai membasah akibat jari tanganku yang mengesek-gesek klitorisku. Tak sadar kalau aku sedang diculik, aku mulai terangsang. Tapi aku sadar kalau ia mengamatiku dan aku tidak ingin keparat ini mengetahui kondisiku. “Terus lakukan Sabrina, buat dirimu terangsang”, perintahnya lagi. “Sial…sepertinya ia mengerti apa yg kurasakan saat ini”, teriakku dalam hati. Tak terasa aku mulai orgasm. Cairan spermaku mulai keluar dari vaginaku dan mengalir di kedua pahaku. “Ohhh…yeah..”, teriaku dalam hati saat aku mencapai orgasm. Kakiku mengejang beberapa saat saat orgasme itu datang mencapai puncak. “Ughhhhh yaaaaa, Aku datang Sabrina…..ohhhh yaaaaa………ohhhh, Sabrina, Aku keluar….. ooohhhh”, suaranya berteriak keras. “Ohh…spermaku begitu hangat. Menempel di penis dan tanganku”, katanya memberitahu. Perkataannya sungguh menambah imaginasi seksku. Jelas kubayangkan bagaimana sperma pria yang sedang menyembur keluar. Akupun semakin keras ‘menekan’ vaginaku dengan perkataannya…dan orgasme ke2 datang kembali…Aku mengejang dan menikmati klimaks tersebut… Setelah selesai aku duduk kembali tanpa menunggu perintahnya. Tak ada kata-kata dari dia setelah aksi ini. Keadaan begitu sepi dan aku sangat capek. Tanpa kusadari aku sudah tertidur. Entah berapa jam aku tertidur, saat aku sadar suara pintu yang terbuka dan suasana ruangan yang gelap tapi dingin. “Bangun Sabrina”, katanya. Aku sadar. Ternyata kedua kaki dan tanganku telah terikat. Aku mencari suara itu, dan ternyata ia sudah berada diselangkanganku. Pemuda tersebut termasuk tampan. Seandainya kami berteman baik dan berpacaran mungkin aku menikmati aksi ini. Perlahan tangannya mulai menjalar tubuhku sedangkan kepalanya tetap berada diantara selangkanganku. Tangan itu mulai meraih payudaraku dan memainkan puting susuku secara bergantian. Hembusan nafasnya terasa hangat saat wajahnya mulai mendekati selangkanganku. Aku mulai menangis. “Jangan khawatir Sabrina, Aku tidak akan melukaimu,…jika kamu menuruti perintahku”, katanya meyakinkanku. “Tolong…aku akan lakukan apa yg kau inginkan, tapi jangan perkosa saya”, pintaku memelas padanya. Tiba2 tangannya menampar wajahku. “Aku yang membuat peraturan disini Sabrina! Kamu cukup tutup mulut dan lakukan apa yang aku katakan”, teriaknya marah. Aku menjadi gemetar mendengar ancamannya ditambah rasa yang sedikit sakit pada pipiku. Selanjutnya ia segera mencium pinggulku dan bergerak menuju selangkanganku. “Ummmm”, erangnya sambil menjilati bibir vaginaku hingga akirnya lidah itu mulai masuk ke vaginakku. Aku lepas kontrol, secara refleks aku membuka selangkanganku lebih lebar agar ia bisa memasukkan lidahnya kedalam vaginaku lebih dalam lagi. Aku sudah tidak perduli lagi denga status diriku saat ini. Semakin dalam lidahnya menjalar vaginaku semakin aku tidak perduli dengannya. Vaginaku mulai basah dan bertambah basah. “Aku akan segera memasukkan penisku ke vaginamu.. Sabrina”, katanya lagi setelah merasa puas “mencicipi” vaginaku. Ia segera mengambil posisi untuk mulai menancapkan penisnya di vaginaku. “Ugh…rasakan ini!”, erangnya saat menancapkan batang penisnya dalam vaginaku. “Oughhh…”, tahanku saat batang penis itu mulai terbenam secara perlahan dalam vaginaku. Penis itu berukuran besar. Vaginaku terasa sesak dengan benda tersebut. Tetapi sepertinya ia masih akan menancapkan batangnya lebih dalam. ‘Ohhh…my god…. Ini terlalu besar!’, teriaku dalam hati. “Cukup…cukup…aku sakit…”, tangisku berontak. “Ayolah…Sabrina..kamu pasti suka ini”. katanya memprotes tangisku. Dan kembali kali ini ia menekan penuh batang penisnya. “OUuuwwww….tidakkkk”, teriakku keras. cerita perkosaan Aku berontak keras dengan terjangan penis itu. Ini tidak seperti yang kubayangkan. “Cukup…cukup…cukkupp”, kataku memelas dengan sangat. Vaginaku terasa tersumbat rapat. Tak ada ruang sama sekali dalam vaginaku sehingga bisa membuatku sedikit nyaman. “Ohhhh…ya, ohhhh…ya”, balasna padaku

Aku... Diperkosa...

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Minggu, 13 Mei 2012

Hubungan Intim Dengan Kakak Kandung


Ketika itu Aku masih kelas 2 SMP, dan dirumahku ada 2 saudaraku dari Bapak Aku yang tinggal di rumahku karena melanjutkan sekolah di SMA. Dua mbak aku ini udah kelihatan besar dan dewasa sedangkan Aku waktu itu masih culun dan kecil karena emang masih kelas 2 SMP. Waktu itu aku lalui kehidupanku dengan menyenangkan dan bahagia karena banyak hal yang kami lakukan sepulang sekolah karena banyak saudara atau temen yang main ke rumah.

Karena Aku sudah besar dan adik-adikku masih kecil jadinya aku tidurnya sekamar dengan 2 mbak aku itu dan adik-adikku masih satu kamar dengan orang Tuaku. Aku sering di taruh di tengah waktu tidur karena emang aku masih kecil dan mereka berdua emang bongsor-bongsor jadi aku selalu di kalah-kalahin.

Suatu malam sewaktu tidur Aku agak kaget ketika aku merasakan Mr. P ku di raba-raba jantungku berdetak sangat kencang dan berkeringat karena aku emang belum pernah mengalaminya di pegang-pegang milikku oleh cewek apalagi ini mbak Aku sendiri rasanya nggak karuan, Aku takut melawan atau menghiyakan dan Aku cuma bisa membiarkan saja dan berlangsung kira-kira 30 menit dan Aku perhatikan mbak Aku nafasnya kelihatan nggak teratur dan terenggah-enggah sambil tangannya yang satu kelihatannya di masukkan dalam memeknya sendiri. Sambil pura-pura tidur aku cermati apa yang dia lakukan sambil dengan masih dengan hati yang berdebar-debar karena takut mau dan sebagainya pokoknya campur aduk. Semakin lama tangannya di masukkan ke dalam memeknya makin cepat dan dia bersuara ah....ough.....Aku juga tegangnya bukan main menyaksikan mbak aku itu dan masih juga memegang Mr. P Aku dia semakin agak meronta-meronta sambil tangannya yang satu di masukkan memeknya dan yang satu pegang senjataku dan Aku rasakan Mr. P ku mengeluarkan lendiran-lendiran yang aku nggak tahu kenapa.

Dan akhirnya mbak aku berdesis-desis dan ah.....ough..........dan mengerang kenikmatan dan akhirnya melepaskan senjataku dari gengamannya. Aku masih pura-pura tidur dan dia menghadap Aku ternyata dia menciumi Aku dan segera tidur. Itu merupakan malam yang paling berkesan di kehidupan Aku maka sampai sekarangpun Aku bisa menulis cerita ini dengan gamblang di Internet.

Malam berikutnya Aku sengaja tidur agak larut dan mbak Aku memanggil dari dalam kamar supaya lekas tidur karena besuk pagi harus bangun pagi dan sekolah. Akupun menurut dan segera ke kamar untuk tidur dan kira-kira udah hampir satu jam mulai lagi mbak aku memasukkan tangannya dari bawah celanaku dan mulai memegang-megang Mr. P sehingga senjataku menjadi tegang nggak karuan, dia agak kaget dan langsung tangannya membuat peringatan di mulutku untuk tidak bersuara dan Aku mengangguk setuju. Mbak aku meneruskan untuk memegang senjataku lebih kuat dan nggak hati-hati lagi karena Aku sudah tahu dan senjataku makin tegak berdiri dan dia membuka kan pakaiannya dan Aku disuruh mengulum punting susunya.

Aku menurut aja karena emang enak Aku rasakan dan kamipun melepaskan celana dalam kami berdua dengan kaki, lalu dengan agak gemetar aku berusaha memasukkan senjataku ke memeknya sambil miring nggak di atas tubuhnya karena ada mbak Aku yang satunya sedang tidur di sebelahku dan agak bersusah payah akhirnya Aku merasakan ada ke hangatan di pucuk senjataku yang aku rasakan, ternyata senjataku udah masuk sebagian ke dalam memeknya mbak aku.

Lalu mbak aku memberi isyarat untuk ke kamar mandi saja dan akupun menurut aja seperti kerbau di cocok dan akhirnya kami melakukannya di kamar mandi, aku tutup kamar mandi dan segera melucuti pakaian kami semua dan mulai saling mencumbu dengan masih agak kaku karena belum pernah melakukan akupun meniru apa yang dilakukan mbak aku dan aku sangat kaget dan nggak karuan ketika mbakku setengah berdiri dan memegang senjataku dan akhirnya mengulumnya.

Ough..................aku nggak tahan di buatnya dan ah...........dia memberi tanda untuk aku tidak berisik karena suaraku terlalu keras nanti bisa membangunkan seisi rumah kata mbak aku. Bener-bener aku nggak tahan ketika mbak aku mengulum senjataku keluar masuk dengan mulut yang panas seperti itu aduh..............sampai aku remas-remas rambutnya dengan kuat ah..........ough.............aku hanya bisa menikmatinya dengan agak ada rasa ketakutan dan akhirnya aku keluar..................ough......................dan mbak aku mengarahkan tanganku ke dalam memeknya sambil disuruh menekan-nekan sambil mengulum puting susunya yang udah sangat tegang dan nggak lama diapun mengalami hal yang sama ahhhhhhhhhhhhhhhh ough..................dan akhirnya klimak sampai tanganku kena cakarannya semua.

Malam itu kami belum melakukan hubungan intim di karenakan mbak aku kelihatannya masih perawan sehingga diapun takut untuk memasukkan senjataku ke dalam memeknya dan aku semakin memikirkan malam cepat datang karena aku mulai menikmati permainan yang belum pernah ada duannya ini...........

Permainan Bos Dengan Sekertaris Kantorku


konsultasi sex gratisTidak seperti biasa Aku pergi ke kantor jam 6.30 wib, karena hari ini istriku mau ke lab. memeriksakan kandungannya yang sudah berumur 7 bulan. Sesampainya di rumah sakit aku langsung cabut menuju kantorku dan aku perhatikan masih sepi sekali tetapi pintu gerbang sudah terbuka dan hanya ada pak Paimo pembersih kantorku yang masih sibuk dengan kerjaannya di depan perusahaan kami.

Dan aku segera memarkirkan kendaraanku dan langsung cabut keruangan kantor dan selanjutnya bersih-bersih kertas yang sudah tidak terpakai dan mulai menghidupkan komputerku karena aku harus menyerahkan data pada bos yang kemarin dia minta. Sambil menunggu komputer menyala aku sempatkan untuk membuat teh karena tadi di rumah belum sempat sarapan karena istri juga cepat-cepat mau periksa kandungan bayi kami.

Setelah komputer aktif aku segera buka data kemarin dan sambil memeriksa aku sambil minum teh biar perut merasa hangat. Setelah aku periksa komplit lalu aku setting untuk saya cetak dan segera laporkan pada bos karena mungkin sudah di tunggu. Setelah aku selesai cetak data aku tempatkan di amplop dan segera aku bawa ke hadapan bos tetapi agak di samping kantor bos aku pelankan suara karena aku mendengar suara yang mencurigakan dan aku sambil berjingkat memperjelas suara yang aku dengar tadi ternyata memang arahnya dari dalam kantor bos aku, dan aku mulai mencari tempat untuk bisa melihat ke dalam karena rasa penasaranku dengan siapa bos melakukannya karena memang bos orang yang pekerja keras maka tidak ada yang menaruh curiga kalau bos selalu berangkat pagi sekali dan pulang paling buncit sendiri.

Aku menemukan tempat yang pas untuk mengintip ke dalam yaitu kursi yang ada didepan kantor bos yang cukup tinggi dan bisa sampai ke lubang udara yang cukup strategis untuk melihat ke dalam tanpa di ketahui sama bos, dan aku mulai naik ke kursi itu dengan sangat hati-hati dengan jantung yang berdebar-debar antara takut dan penasaran. Alangkah terkejutnya aku karena ternyata di dalam si bos dengan sekretarisnya baru buka-buka dan berciuman sambil bergulat tidak aturan.

Jantung aku semakin berdebar karena melihat adegan ini, si bos mulai membuka baju si nita sekretarisnya yang memang aduhai itu dan aku lihat si nita cuma membiarkan saja dan langsung kelihatan BH nya yang putih berendra agak oren dan si bos mulai memasukkan jemarinya ke dalam BH si nita dan si nita mulai terpejam matanya sepertinya menikmati remasan jemari si bos dan si bos semakin berani dengan melorotkan BH si anita dan mulai mengulum puting susu si anita yang memang bagus itu dan si nita mulai mendesah dan mengelinjang keenakan ah………………..emh………….dan si bos semakin brutal saja melumat punting susu si nita, sampai-sampai si nita mengeluarkan suara yang cukup keras aku dengar ah…………..ah……..dan sampai aku dengar desisan nafasnya yang terasa berat ah……………………………ah……………..

Si bos mulai nggak tahan dan mulai melorotkan celananya sendiri dan tinggal celana dalamnya aja dan si bos menarik tangan si nita untuk memeganginya dan mulai melorotkan celana dalam si bos, nita mulai menunduk dan aduh aku jadi tidak tahan karena aku rasakan batang adik kecilku mulai merangsek ke atas. Bagaimana tidak si nita mulai memasukkan burung si bos ke dalam mulutnya aduh nggak tahan aku, dan aku perhatikan si bos mulai keenakan ough………………..ehm………….ough………….sambil meremas remas rambut si nita. Semakin kencang si nita melumat semakin kencang suara si bos mengerang ough……………………..ough……………………ehm…………….aku rasakan lendir dalam celanaku mulai mengalir karena tidak bisa menahan gejolak lelakiku yang semakin menonjol.

Udah di rasa cukup si bos mulai membuka celana dalam si nita dan segera memasukkan burungnya yang lumayan besar ke dalam memek si nita, sambil menciumi si nita dan melumat bibirnya si bos mengerakkan burungnya ke luar masuk memek si nita dan semakin keras aku lihat si bos mengerakkan burungnya keluar masuk sampai sampai si nita terengah-engah di buatnya ough……………………ah………………….ough……….dan aku perhatikan si bos mulai enjakulasi……………….dan ough…………………ough………………sambil mengeluarkan burungnya dari memek si nita yang berisi itu.

Aku pelan-pelan turun dari kursi dan kembali ke dalam ruangan karena aku yakin si nita sebentar lagi pasti ke luar untuk menuju ke ruangannya juga setelah merapikan bajunya. Dan aku mulai memutar lagu di komputerku dan mulai mengakses internet untuk melihat facebook aku, biar tidak ada orang yang tahu atas peristiwa ini. Dan aku perhatikan benar juga si nita mulai ke luar dari kamar mandi dan langsung menuju ke arah ruangan aku karena memang tempat duduknya di sebelah aku persis.

Dan si anita mulai menyapa aku dengan genitnya “Nggak seperti biasanya nih mas………berangkatnya kok agak pagi” sambil badannya di sentuhkan ke tubuhku yang duduk di kursi dan sambil melihat facebook aku. Ya nih soalnya tadi aku mengantar istriku dulu jawabku singkat dan dia menimpali lagi ucapanku “Lha memangnya kenapa istri kamu” Tanya si nita sambil masih berlendotan di tubuhku dan memang aku rasakan badannya masih terasa panas. Dan aku pura-pura tanya pada dia, kok tubuhmu panas sakit ya nit tanyaku. “Ya mas agak meriang tadi malam sakit” jawabnya sambil matanya menyelidik ke arah mataku aku cuma tersenyum melihat matanya. Yang bener aja jawabku mengodanya………dan si nita malah cubitin tubuhku terus……..sambil menanya terus sama aku……emangnya kenapa aku kok nggak percaya.

Kalau seandainya si bos nikah lagi siapa ya yang cocok tanyaku sama nita dan si nita semakin penasaran sama aku karena begitu dalamnya aku tahu tentang rahasianya. Dan matanya semakin melotot dan agak serius sama aku dan mendekatkan bibirnya ke telingaku “Mas kamu kok tahu dari mana ?!” tanya si nita. Aku tahu sendiri dan memakai dua mataku jawabku sambil memandang wajah si nita ke atas karena emang dia masih menempelkan tubuhnya di tubuhku. “Yang bener” kata si nita berbisik di telingaku. Bener sambil aku menyuruh dia duduk di kursi sebelah aku , tadi kamu main sama si bos di ruangannya kan ?!. Si nita cuma senyum-senyum sambil malu padaku, “jangan bilang siapa-siapa lho mas” bisik si nita lirih. Nggak usah khawatir asal kamu tahu sendiri jawabku sambil berdiri dan keluar kantor untuk merokok………
Terimakasih yang sebesar-besarnya kuucapkan buat
Pengunjung yang kusayangi, juga buat Teman-temanku yang kucintai, atas kunjungannya yang Sangat Berharga ke blogku yang sederhana ini.
Buat Sahabat Sekalian yang pengen share cerita di blog ini, silahkan kirim ke linamarlinamail@gmail.com.
Kiriman Anda akan diposting di blog ini secepatnya.
Salam Hangat,
Lina Marlina.
Love you all...

Top Sponsor

. 17+: Cerita Pemerkosaan